aku adalah angin yang mendesir di balik ketiak dedaunan. aku adalah penghantar bagi air untuk membelai daratan. aku mewujud dalam ombak. aku juga cacing tanah yang tiap pagi dan sore mengintip kolong langit. tapi, kadang juga aku menjadi air, kadang menjadi api. dalam hitungan waktu yang tak pernah jelas untuk diduga, aku melecut seperti roket dan juga terjun bebas seperti bom atom.
aku adalah rasa sedih sekaligus senang.
aku adalah tegangan diantara dua sisi, layaknya tali pengikat bh.